Memilih komputer bekas yang paling worth it
Tiga pilihan komputer, spesifikasi yang benar-benar penting, daftar model bekas kantor, kisaran harga, dan cara mengecek penjual.
Tiga pilihan sebelum beli, slide 1 of 10

Tiga pilihan sebelum beli
Sebelum belanja, coba dulu laptop atau PC yang sudah Anda punya. Kalau cukup kuat, tidak perlu beli apa-apa. Kalau mau komputer yang menyala terus di toko, PC mini bekas kantor paling hemat. Laptop bekas unggul kalau Anda ingin layar dan baterai bawaan, jadi tetap hidup saat listrik padam sebentar.

Yang penting, yang tidak
Yang penting: RAM minimal 8 GB (16 GB lebih lega), penyimpanan SSD bukan hard disk putar, prosesor Intel generasi 8 ke atas (sekitar tahun 2018 ke atas) atau AMD Ryzen, dan ada port LAN. Yang tidak penting: kartu grafis, merek, dan spesifikasi gaming. Pekerjaan AI yang berat dikerjakan oleh layanan langganan di internet, bukan oleh komputer Anda.

Membaca iklan jualan
Contoh: 'i5-8500T' artinya prosesor Intel Core i5 generasi 8 (angka pertama), dan huruf T berarti versi hemat daya yang biasa ada di PC mini. '8/256' artinya RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB. 'SSD NVMe' adalah SSD yang lebih cepat; SSD biasa (SATA) juga sudah cukup. 'Gen 8' atau 'Gen 10' adalah generasi prosesor: makin besar angkanya, makin baru.

PC mini bekas kantor
Cari model ini: Lenovo ThinkCentre M720q, M920q, M920s, atau M70q; HP EliteDesk 800 G4/G5 Mini atau ProDesk 400 G4/G5 Mini; Dell OptiPlex 7060, 7070, atau 3070 Micro. Unit bekas kantor dirancang untuk menyala seharian, senyap, dan hemat listrik. Harganya murah karena perusahaan melepasnya dalam jumlah besar setelah beberapa tahun dipakai.

Laptop bekas yang tangguh
Kalau pilih laptop, cari kelas bisnis: Lenovo ThinkPad T480, T490, atau L480; Dell Latitude 7490 atau 5490; HP EliteBook 840 G5 atau G6. Laptop kelas bisnis dibuat kokoh untuk dipakai setiap hari dan suku cadangnya mudah dicari. Layar dan baterai bawaannya jadi cadangan daya sendiri saat listrik padam sebentar.

Kisaran harga
Hemat: sekitar Rp1,5–2 juta untuk RAM 8 GB, SSD 256 GB, prosesor generasi 8. Nyaman: sekitar Rp2–3 juta untuk RAM 16 GB. Laptop bekas kelas bisnis: sekitar Rp2,5–4 juta. Harga naik turun dan beda di tiap kota, jadi bandingkan beberapa penjual dulu.

Yang sebaiknya dihindari
Hindari prosesor Celeron, Pentium, Atom, atau Core 2 yang sudah sangat tua: terlalu lambat. Hindari juga unit yang hanya punya hard disk putar tanpa tempat untuk SSD, Chromebook, dan tablet. Iklan bertanda 'minus': baterai mati masih boleh kalau laptop dipakai seperti PC di meja, tapi port rusak jangan. Pastikan adaptor atau charger-nya ikut.

Memeriksa penjualnya
Di Tokopedia atau Shopee, lihat rating dan jumlah penjualan, lalu pilih yang ada garansi toko walau cuma seminggu. Minta foto layar Settings > About atau dxdiag yang menampilkan RAM, SSD, dan prosesor. Stiker lisensi Windows tidak penting karena kita akan memasang Ubuntu. Kalau beli di toko dekat rumah, pakai COD atau cek langsung di tempat sebelum bayar.

Cek 5 menit saat tiba
Nyalakan dan pastikan masuk ke layar awal, lalu cek RAM dan penyimpanan di Settings > About sesuai iklan. Coba semua port USB dengan flashdisk dan port LAN dengan kabel. Dengarkan kipas: tidak boleh berisik kasar, dan bodinya tidak boleh sangat panas. Kalau ada yang tidak beres, kembalikan selagi garansi masih berlaku.

Kalau masih bingung
Pilih yang aman: Lenovo ThinkCentre M720q atau M920q dengan Core i5 generasi 8, RAM 16 GB, SSD 256 GB, sekitar Rp2 juta. Pilihan ini cukup untuk agen Anda bertahun-tahun ke depan. Agen AI milik AgenticLab sendiri berjalan di ThinkCentre M920s, saudara dekatnya. Sudah dapat komputernya? Lanjut ke Langkah 1 untuk memasang Ubuntu.
No time to set it up yourself? Other members can help, or AMP can build you a ready-to-use agent. See how.