AgenticLab
Gabung

Bukti transfer dan struk palsu buatan AI

Tangkapan layar bukti transfer sekarang mudah dipalsukan dengan AI, dan bisa terlihat sempurna. Satu-satunya bukti bayar adalah uang yang benar-benar masuk ke rekening Anda.

4 menit bacaDiperbarui 7 November 2026

Penjual online muda di meja pengemasan memperhatikan ponselnya; kaca pembesar memperlihatkan retakan dan tanda peringatan pada gambar struk.

Ceritanya

Sari berjualan baju lewat media sosial. Jam sembilan malam, seorang pembeli mengirim tangkapan layar bukti transfer untuk enam potong baju. "Sudah ya Kak, tolong kirim malam ini, kurirnya sudah saya pesan."

Gambarnya rapi: logo bank, jumlah, jam, nomor referensi. Tapi Sari punya kebiasaan: barang baru keluar setelah uangnya terlihat di aplikasi bank. Ia buka mutasi rekeningnya. Tidak ada uang masuk. Pembeli itu langsung menghilang.

Kenapa sekarang lebih sulit dikenali?

OJK memperingatkan maraknya pemalsuan bukti transfer dengan AI. Bank Mandiri menjelaskan bahwa bukti transfer palsu bisa dibuat dengan aplikasi edit, situs pembuat struk, atau AI. BCA menambahkan bahwa bukti palsu yang dibuat rapi bisa tidak punya cacat yang terlihat sama sekali.

Karena itu jangan mengandalkan mata. Bank Mandiri menegaskan: bukti transfer bukan bukti final pembayaran. Bukti yang sah hanya dana yang benar-benar tercatat masuk ke rekening.

Tanda-tandanya

  • Pembeli mendesak barang segera dikirim, misalnya "kurir sudah di jalan" atau "saya butuh malam ini".
  • Transfer terjadi di luar jam biasa, lalu Anda diminta percaya pada gambar saja.
  • Pembeli mengaku kelebihan bayar dan meminta selisihnya dikembalikan. BCA menyebut ini salah satu modus.
  • Huruf, susunan, atau warna di bukti transfer sedikit berbeda dari biasanya. Tapi gambar yang terlihat sempurna juga belum tentu asli.
Dua tangan: satu memegang ponsel berisi daftar mutasi bank bertanda centang hijau, satu lagi memegang lembar tangkapan layar struk bertanda silang.

Aturan untuk toko Anda

  1. Barang keluar setelah dana masuk. Selalu cek mutasi rekening di aplikasi atau internet banking Anda sendiri, bukan tangkapan layar dari pembeli.
  2. Hanya satu atau dua orang yang boleh menyatakan "sudah lunas". Karyawan menunggu konfirmasi dari Anda, bukan melihat gambar dari pembeli.
  3. Nyalakan notifikasi transaksi masuk di aplikasi bank Anda, supaya pembayaran asli langsung terlihat.
  4. Jangan pernah mengembalikan "kelebihan bayar" sebelum dana itu benar-benar tercatat masuk di mutasi rekening Anda.
  5. Desakan waktu adalah alasan untuk lebih pelan, bukan lebih cepat. Pembeli yang jujur mau menunggu beberapa menit.

Kalau sudah terlanjur

  1. Kalau barang sudah terkirim, hubungi jasa pengiriman secepatnya. Kadang paket masih bisa ditahan.
  2. Hubungi bank Anda lewat nomor resmi, misalnya Halo BCA 1500888 atau Mandiri Call 14000, kalau Anda juga sempat mentransfer "kelebihan bayar".
  3. Laporkan ke Indonesia Anti-Scam Centre di iasc.ojk.go.id atau lewat bank Anda, dan simpan semua chat serta tangkapan layarnya.
  4. Beri tahu sesama penjual di komunitas Anda tentang modusnya, tanpa menyebar data pribadi orang.

Langkah lengkap di jam pertama: Sudah terlanjur kena?

Bagikan ke grup keluarga dan karyawan

Penipuan paling sering berhasil pada orang yang belum pernah mendengar polanya. Satu pesan bisa mencegahnya.

Kirim lewat WhatsApp

Sumber

Diperbarui 7 November 2026. Artikel ini untuk edukasi umum, bukan nasihat hukum. Nomor dan alamat resmi bisa berubah: selalu cek di situs resmi lembaganya.